Apa kemerdekaan itu ?. Piyantun alim mendefinisikan bahwa merdeka ialah bebas dari 'penjara keinginan'. Lha bukankah wajar manusia memiliki keinginan ?. Betul. Tapi posisinya dalam rangka ber-makmum atau mengendalikan. Kalau kita tidak mampu, maka kita terpenjara oleh setiap keinginan.
Ibarat anak kecil, keinginannya harus dituruti. Saat itu juga. Jika tidak, ortunya siap-siap mendengarkan tangisannya. Harap maklum. Karena si anak ini belum tahu mana yang benar dan salah. Urusan primer atau bisa ditunda.
Sangat beruntung, apabila ada ortu yang sedikit demi sedikit 'mengerem' anaknya. Boleh jadi karena kesadaran atau memang tidak mampu menurutinya. Sederhana. Misal, ketika anak melihat makanan yang disukainya. Meskipun tidak tega. Coba praktekkan kebiasaan orang jawa masa lalu. Respon keinginan yang sifatnya konsumtif dengan mantra : 'Sesuk ae le..'. (Besok aja anakku...). Kelak ketika si anak beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang sabar.
Keinginan ini memang dahsyat. Apalagi di jaman akhir ini. Dia menjadi panglimanya. Bahkan, kalau kita masuk perkantoran. Ada slogan, 'yang tidak berkepentingan dilarang masuk !'.
Bagi orang yang rapuh pondasinya. Pilihan untuk melampiaskan memang terbuka lebar. Apakah dibutuhkan bagi dirinya ?. Bermanfaat bagi orang lain ?. Itu bukan yang utama. Tapi dengan berbagai cara, keinginan itu harus dicapai dalam tempo sesingkat-singkatnya. Mungkin, anak juga perlu memahami bahwa di dunia itu bukan untuk 'menikmati hasil'. Tapi waktunya 'nandur kebaikan'.
Disinilah letak penting pendidikan. Yakni melatih anak untuk mengetahui tujuan sesungguhnya. Apa yang kita sangka baik belum tentu baik menurut Allah. Begitu juga sebaliknya. Nah, tugas pendidik sejati adalah menyelaraskan dengan keinginan Allah. Karena hanya Dia yang memiliki saham mutlak bagi diri kita.
Tujuan saja belum cukup. Anak-anak juga perlu dikenalkan cara-cara yang baik dan tepat dalam meraih tujuan tersebut. Silakan penuhi keinginan yang baik. Kaya itu boleh. Nyatanya tidak dilarang oleh syariat. Tapi jangan pernah bergantung dengan kekayaan tersebut. Gunakan sebagai wasilah untuk mencari ridho Allah. Serta menebar kemanfaatan bagi sesamanya.
Salam dari penjara !
Komentar
Posting Komentar